Home / Warta Utama / Inilah Alat Bukti Polisi Tetapkan Margaret Sebagai Tersangka Pembunuhan Angeline

Inilah Alat Bukti Polisi Tetapkan Margaret Sebagai Tersangka Pembunuhan Angeline

Irjen Anton Charliyan

Tribrata news jatim – Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan membenarkan ditetapkan MM sebagai tersangka atas kematian Angeline, 8 tahun. Pasal sangkaan yang ditetapkan pada MM berbeda dengan tersangka sebelumnya.

Kepada tribratanews.com Irjen Anton Charliyan membenarkan bahwa MM yang juga ibu angkat Angeline dikenakan dua pasal. Yaitu pasal penelantaran dan pasal pembunuhan.

“Penyidik bekerja secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang cukup menurut Undang-undang. Jadi, penetapan status tersangka pada MM ini setelah penyedik menemukan bukti permulaan yang cukup pada MM,” kata Irjen Anton Charliyan.

Secara spesifik, Irjen Anton Charliyan mengungkapkan bahwa alat bukti permulaan memang berasal dari keterangan tersangka pertama Agus. Dalam penyidikan Polisi, diketahui banyak ketidaksesuaian antara keterangan Agus dengan bukti petunjuk yang diuji oleh penyidik Polri.

“Penyidik sudah melakukan pengujian. Baik forensik maupun visum. Banyak ketidaksesuaian antara keterangan Agus yang pertama dengan alat bukti petunjuknya,” kata Irjen Anton Charliyan.

Karenanya, pada pemeriksaan yang lebih mendalam dengan menggunakan lie detector, diketahui bahwa Agus melakukan beberapa kebohongan. Sehingga penyidik mendalami lagi keterangannya.

“Hasilnya diperoleh fakta yang berkesesuaian antara alat bukti keterangan saksi dengan petunjuknya,” kata Irjen Anton Charliyan.

Diantara keterangan dan petunjuk yang berkesesuaian tersebut adalah ditemukannya darah di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Ini berkesesuaian dengan keterangan Agus yang mengatakan bahwa ada tindak kekerasan yang dilakukan oleh MM kepada korban,” kata Irjen Anton Charliyan.

Terungkap juga, sesuai keterangan Agus bahwa kejadian berlangsung sekitar jam satu siang. Korban meninggal akibat tindak kekerasan. “Dan, Agus menyampaikan bahwa malamnya baru dikubur,” kata Irjen Anton.

Pendalaman penyidikan yang mengarah pada pemeriksaan komunikasi antara Agus dan MM menemukan fakta janggal. Yaitu sudah digantinya nomer telepon. “Ini juga bagian dari alat bukti petunjuk yang menguatkan,” kata Irjen Anton Charliyan.

Namun demikian, disampaikan oleh Irjen Anton Charliyan bahwa MM sampai saat ini belum diperiksa sebagai tersangka. “MM baru diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Agus. Jadi, sampai saat ini belum diperiksa sebagai tersangka,” kata Irjen Anton.

Disebutkan, dalam memberikan keterangan sebagai saksi, MM juga memberikan keterangan yang janggal. Yaitu, MM mengakui tidak tahu-menahu tentang kejadian itu dan mengatakan bahwa anaknya saat itu hilang.

“Ini juga jadi petunjuk. Mengaku tidak tahu menahu tapi ada di tempat kejadian,” kata Irjen Anton Charliyan.

Ketika ditanya apakah penetapan tersangka baru atas kasus pembunuhan Angeline ini terkait dengan desakan publik yang besar, Irjen Anton Charliyan membantah. “Kami ini polisi harus bertindak profesional. Tidak bisa ditekan-tekan. Karena kami harus mempertanggjawabkan penyidikan ini ke pengadilan. Jadi, yang menentukan penetapan tersangka adalah alat bukti. Karena karena ditekan-tekan,” kata Irjen Anton Charliyan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Angeline yang berusia 8 tahun, diketahui hilang 3 hari menjelang ulang tahunnya yang ke-9, yaitu tanggal 16 Mei 2015.

Saat itu, diketahui terakhir Angeline  terlihat di halaman rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali.

Tanggal 17 Mei 2015, kakak angkat Angeline, Christina dan Ivon, mengumumkan hilangnya Angeline pada laman Facebook berjudul “Find Angeline-Bali’s Missing Child”. Mereka memasang sejumlah foto bocah yang senyumnya tampak ceria itu. Keduanya juga mengajak masyarakat ikut mencari Angeline. Masyarakat heboh.

Tanggal 18 Mei 2015, keluarga melapor ke Kepolisian Sektor Denpasar Timur. Polisi memeriksa sejumlah saksi, yaitu Margareth (ibu angkat Angeline), Antonius (pembantu sekaligus penjaga rumah), dan seorang penghuni kontrakan milik Margareth bernama Susianna.

Polda Bali memperluas pencarian di seluruh perbatasan Bali, Banyuwangi, dan Nusa Tenggara Barat. Mereka juga memeriksa rumah Margareth tiga kali. Pemeriksaan pertama dan kedua selalu dihalangi pemilik rumah.

Tanggal 24 Mei 2015, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengunjungi rumah Margareth pada malam hari. Arist menengok kamar tidur Margareth yang juga sering dipakai Angeline. Menurut Arist, rumah itu tak layak huni karena acak-acakan, kotor, dan bau kotoran hewan. Margareth memelihara puluhan anjing dan ayam di rumahnya.

Di kamar tidur, Arist mencium bau anyir yang berbeda dengan bau kotoran hewan. “Tidak ada seprei terpasang dan ruangannya bau anyir,” ujar Arist. Kecurigaan itu segera dilaporkan kepada polisi.

diambil dari pelukan ibu kandungnya, Amidah, sejak usianya menginjak 3 hari. Bocah berparas ayu tersebut lalu dibesarkan sebagai anak angkat oleh Margariet Megawe.

Dan, tiga pekan kemudian ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di kediaman ibu angkatnya di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Sanur, Bali.

Sebuah boneka dalam pelukan, kain kemben merah motif bunga, serta seutas tali ditemukan bersama jenazahnya yang dibungkus seprai putih pada 10 Juni 2015.

About admin91

Check Also

Tim SAR Subden 2/B Pelopor Porong Lakukan Pencarian Orang Tenggelam

TribratanewsJatim.com: Satu regu Subden 2 Pelopor Porong dibawa, Iptu Daryono SH an di lokasi pencarian …

4 comments

  1. Comment Test

    I care. So, what do you think of her, Han? Don’t underestimate the Force. I don’t know what you’re talking about. I am a member of the Imperial Senate on a diplomatic mission.

    • Comment Test 2

      I care. So, what do you think of her, Han? Don’t underestimate the Force. I don’t know what you’re talking about. I am a member of the Imperial Senate on a diplomatic mission.

      • Comment Test 3

        I care. So, what do you think of her, Han? Don’t underestimate the Force. I don’t know what you’re talking about. I am a member of the Imperial Senate on a diplomatic mission.

  2. Comment Test again

    I care. So, what do you think of her, Han? Don’t underestimate the Force. I don’t know what you’re talking about. I am a member of the Imperial Senate on a diplomatic mission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *