Home / Headline News / Ada 5 Hal, Arahan Jokowi Kepada Pimpinan Polri – TNI

Ada 5 Hal, Arahan Jokowi Kepada Pimpinan Polri – TNI

29 jokwi rampim 1TribratanewsJatim.com: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan arahan kepada pimpinan Polri dan TNI dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun Anggaran 2016 di Rupatama Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolsian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2016).

Ada lima hal penting yang disampaikan Presiden dalam paparannya. Yaitu tentang Profesionalisme, Produktifitas,  Etos kerja, Daya saing dan Efisiensi aturan.

Presiden menekankan bahwa aturan yang terlalu rumit harus mulai dijadikan lebih fleksibel, termasuk pada Polri dan TNI. Hal ini juga dalam rangka efisiensi dan flesibilitas. Ada 3000 perda. Karenanya, aturan digunakan untuk mempercepat birokrasi, bukan untuk menghambat kinerja sehingga cost operasional meningkat. Kecepatan itu akan menjadi triger ekonomi.

Sinergi TNI-POLRI. Harus dihilangkan compare atau berfikir sektoral.  Respon cepat atas kinerja Polri dalam menangani kasus teror dan TNI ada di sekitarnya, adalah hal yang harus mendapat apresiasi dari seluruh negara.

Karenanya, harus ditingkatkan kewaspadaan seluruh unsur keamanan. Setiap ada info sekecil apapun segera direspon secepatnya. Respon cepat akan memenangkan kompetisi dan persaingan. Polri bergerak, TNI mendampingi. Bergerak cepat merespon situasi:  Bencana, kebakaran hutan, tanah longsor.

“Karena yang paling cepat digerakkan TNI dan Polri,” kata Presiden.

Panglima TNI denganKapolri harus rukun, sehingga akan menjaga kondusifitas anggota atau bawahan.

Terkait dengan Teknologi Informasi, Presiden mengatakan bahwa di kantor atau di lapangan agar diperbaiki, di-upgrade. Karena perubahan Informasi Teknologi sangat cepat. Peredaran HP  di Indonesia saat ini ada 308,2 juta dan pengguna medsos 72 juta.

“Oleh karena itu harus diawasi. Juga terkait penggunaan. Berikan pendidikan sopan santun berkomunikasi di media atau etika di media, agar tidak melanggar hukum (hate speech),” kata Presiden.

TNI dan Polri harus aktif berperan untuk melakukan pembenahan dan pengawasan Teknologi Informasi.

Seluruh anggota TNI dan Polri harus turun ke lapangan, agar bisa kontrol langsung kegiatan atau aktifitas sehingga kualitas pekerjaan bisa terkontrol. “Masalah itu ada di lapangan, jangan memberi perintah dari kantor, tapi di lapangan. Karena kondisi di lapangan sangat dinamis,” kata Presiden.

“Pekerja akan merasa diawasi, aktifitas fungsi pengawasan dalam manajemen kontrol dilakukan di semua level agar hasil bisa maksimal dan minim penyimpangan. Sekaligus mampu memberi solusi yang cepat di lapangan,” demikian Presiden Jokowi. (tbn/mbah heru)

 

About admin91

Check Also

Kisah Heroik Dibalik Kerja Cepat Satpolair Banyuwangi Mengevakuasi Korban KMP Rafelia 2

Kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia 2 di perairan Banyuwangi Beach membuat  …