Polsek Tanjungpinang Kota Aktif Patroli Kamtibmas

Tanjungpinang.- Walaupun cuaca dingin setelah hujan tidak menyurutkan anggota Polsek Tanjungpinang Kota untuk tetap rutin patroli Roda 4 dan Jalan Kaki  ke pemukiman Warga untuk antisipasi pencurian. Sabtu (10/03/2018)malam.

Setiap hari Sabtu malam atau malam Minggu  sebahagian masyarakat di Kampung madong dan Kampung Bugis banyak yang keluar rumah untuk melakukan akitifitas kekota Tanjungpinang dan meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong sehingga  banyak menimbulkan kerawanan – kerawanan diantaranya tindak pidana pencurian.

Untuk mengantisipasi terjadinya pencurian itu sendiri personil Gabungan Polsek Tanjungpinang Kota  yang dipimpin oleh Kanit Patroli IPDA Jaya Saputra bersama dengan anggota Intelkam BRIPKA Herwin dan Anggota Patroli BRIPKA Syahriwal secara rutin melaksanakan patroli roda 4 dan Patroli jalan kaki ke pemukiman masyarakat di Kampung Madong dan Kampung Bugis sehingga masyarakat disekitar daerah tersebut merasa aman saat melakukan aktifitasnya dimalam hari  dengan kehadiran anggota Polisi.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo B, S.H.,S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Edy Supandi mengatakan ” Kehadiran personil Polsek Tanjungpinang Kota tersebut untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat menjadi terayomi serta untuk mencegah terjadinya tindak pidana ” tutup AKP Edy Supandi.(Y)
#Polrestanjungpinang

Kehadiran polisi Tanjungpinang Untuk Razia di Jembatan Dompak membuat para remaja kocar-kacir

TANJUNGPINANG – Jajaran Polres Tanjungpinang membubarkan remaja yang tengah asyik balapan liar di Jembatan Dompak. Sedikitnya delapan sepeda motor beserta pengendaranya diamankan polisi.

Pembubaran ratusan remaja ini di Jembatan Dompak dilakukan polisi untuk menciptakan situasi di Tanjungpinang tetap aman dan kondusif.

Kehadiran polisi di Jembatan Dompak membuat para remaja kocar-kacir menghindari para petugas kepolisian. Polisi yang datang secara tiba-tiba mengagetkan para pengujung. Polisi langsung memeriksa para remaja yang sedang duduk-duduk di pinggir jembatan.

Tidak hanya orangnya yang diperiksa, kelengkapam kendaraan juga dicek petugas. Bahkan hampir seluruhnya pengunjung jembatan seketika minggat meninggalkan lokasi. Hanya beberapa orang saja yang bertahan sambil menikmati malam dari semula yang banyak remaja menduduki jembatan.

Kabag Ops Polres Tanjungpinang Kompol Afdal mengatakan, kegiatan operasi cipta kondisi ini sengaja memillih sasaran para remaja yang menghabiskan malam untuk balap liar di Jembatan Dompak.

Sebab, pihaknya banyak menerima aduan dari masyarakat terkait balap liar. Masyarakat akhir-akhir banyak mengeluhkan balapan liar karena mengganggu perjalanan pengendara. Masyarakat sudah khawatir dengan aktivitas balap liar di jembatan menuju pusat perkantoran Provinsi Kepri tersebut.

“Kita bubarkan dan tertibkan pengendara yang nongkrong di jembatan ini. Kita sudah banyak terima keluhan dari masyarakat terkait aktivits balap liar,” kata Afdal di lokasi, Minggu (4/3/2018) dini hari

Dia menyampaikan, hasil dari kegiatan ini mengamankan delapan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat dokumen dan melanggar aturan lalu lintas lainnya. Kemudian, pemilik kendaraan turut diamankan untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran masing-masing.

Pemilik dan kendaraan langsung dibawa petugas ke Mapolres Tanjungpinang untuk diproses lebih lanjut. “Kendaraan yang tidak standar kita tertibkan dan dibawa ke kantor. Dugannya melanggar aturan lalu lintas. Kita serahkan kapada Satuan Lalu Lintas untuk ditindak lanjuti,” ujar Afdal.

Dalam kegiatan cipta kondisi ini, Afdal menyebutkan, sebanyak  35 personel diterjukan terdiri yang terdiri dari Unit Shabara, Reserse Krimnal, Reserse Narkob, dan Unit Lalu Lintas, serta dari jajaran Polsek Bukit Bestari.

Dia menyampaikan, untuk sasaran lainnya seperti tindak pidana umum kejahatan pencurian, kekerasan, dan narkoba tidak ada ditemukan. Meski berlangsung dalam kondisi aman, tim patroli dari polres dan polsek akan terus memantau situasi di jembatan.

“Kita tidak ada temukan kejahatan lainnya, hanya aktivitas balap liar saja. Yang jelas akan kita pantau terus dan antisipasi supaya Tanjungpinang tetap aman dan kondusif,” kata dia.

Sementara, Rudi salah seorang pengunjung Jembatan Dompak mengaku kaget dengan kehadiran polisi. Dia datang ke jembatan untuk bersantai menghabiskan malam. Dia menuturkan, selama duduk beberapa jam di jam banyak melihat remaja yang suka trek-trekan dan menggeber-geber kendaraannya.

Menurut dia, kegiatan balap liar itu sangat mengganggu sekali. Apa yang dilakuan oleh kepolisian bertujuan baik agar tidak ada korban jiwa dalam balap liar tersebut.

“Sebelum polisi datang banyak anak-anak yang standing-standing. Kita kadang khawatir juga lihatnya, takut jatuh orangya atau kita yang sedang santai ditabrak mereka (pembalap liar),” ujar Rudi.

Seluruh tokoh agama dan Pengurus Rumah Ibadah Kota Tanjungpinang bersepakat untuk melaksanakan Deklarasi Damai serta “Jangan Jadikan Rumah Ibadah sebagai Arena Kampanye”

Seluruh tokoh agama dan Pengurus Rumah Ibadah Kota Tanjungpinang bersepakat untuk melaksanakan Deklarasi Damai serta “Jangan Jadikan Rumah Ibadah sebagai Arena Kampanye” di Asrama Haji, jum’at (02/03/2018) pagi.
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H juga hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Agama ( Kemenag ) Kota Tanjungpinang dalam mewujudkan Pilkada yang aman dan damai serta berkualitas.
Dalam dialog yang disampaikan Ardiyanto, seluruh komponen masyarakat hendaknya saling menjaga dan menahan diri untuk tidak terpancing dalam melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan maupun aksi provokatif dengan menyampaikan Hate Speech (ujaran kebencian), SARA, Hoax ( Berita Bohong ) melalui tempat umum, media sosial apalagi di tempat Ibadah yang merupakan tempat suci dalam melakukan ibadah.
“ Jangan pernah untuk menjadikan Rumah Ibadah sebagai Arena untuk Berkampanye “ , karena itu melanggar Undang-Undang yang berlaku, tegas Ardiyanto “.
Rumah ibadah merupakan suatu tempat dalam melakukan komunikasi antara manusia dengan sang pencipta, juga merupakan hubungan antara manusia dengan manusia, jangan pernah menodai tempat yang suci dan sakral, terang Ardiyanto.
“ Lakukanlah sesuai porsi yang sudah ditentukan dalam melakukan kampanye, patuhi regulasi yang sudah dituangkan dan diatur oleh Pemerintah, gunakan hak politik untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan keyakinan untuk membangun Kota Tanjungpinang selama 5 ( lima ) tahun kedepan tanpa Hoax, Hate Speech, SARA, dan

Kapolres Tanjungpinang Bersama Kasatreskrim Saat Konferensi Pers Terkait Penangkapan Pelaku Hate Speech


Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro S.H., S.IK., M.H didampingi Kasat Reskrim AKP Dwihatmoko Wiroseno S.H saat konferensi Pers.

Tanjungpinang-Pelaku Hate Speech (Ujaran kebencian) MKN (54) ditangkap Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, kamis (22/02) sore.

“MKN yang ditangkap saat berada dirumah kosan yang dia sewa di Jalan Korindo Sei Lekop kijang Kabupaten Bintan Kepulauan Riau karena memposting konten ujaran kebencian yang bersifat SARA di Google+ ( google plus ).

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro S.H., S.IK., M.H didampingi Kasat Reskrim AKP Dwihatmoko Wiroseno S.H membenarkan bahwa MKN ditangkap karena memposting Hate Speech yang bersifat SARA dengan menyebut etnis tertentu dan kepala daerah, keterangan ini Ardiyanto sampaikan saat konferensi pers yang dilakukan di lobi Polres Tanjungpinang, jum’at (23/02) pagi.

MKN dilaporkan berdasarkan LP – B /144/VIII/2017/KEPRI/SPK-RES TPI tanggal 24 Agustus 2017 An. Pelapor Suaeb dan LP-B/18/II/2017/KEPRI/SPK-RES TPI tanggal 21 Februari 2018 an. Billy Apriansyah Saputra.

Barang bukti yang kita sita dari pelaku berupa 1 ( satu ) unit tablet merek Asus warna hitam beserta memory card, 1 ( satu ) lembar kartu pengenal media rakyat, 1 ( satu ) buah akun facebook atas nama pelaku dan 1 ( satu ) buah Hard Disk Eksternal yang berisi eksport ( unduhan ) akun facebook pelaku, terang Ardiyanto.

“Saat ini penyidik kita sedang menggali isi konten lain yang ada di akun Google + dan Facebook milik pelaku diluar dari konten yang sudah dilaporkan.” jelas Ardiyanto.

MKN kita kenakan dengan Pasal 45 a (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda 1 Milyar dan pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat (3) UU RI nomor 19 tahun 2016 dengan ancaman hukuman 4 tahun dengan denda 750 juta, pungkasnya.(*)

#DSR

#hoax
#pelakuhoax
#polrestanjungpinang #pelakuhatespeechditangkap
#pelakuhatespeech
#stophoax

Patroli dan sambang rutin yang dilakukan Aiptu Agus Depiandi Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Cermin Polsek Tanjungpinang Barat

Patroli dan sambang rutin yang dilakukan Aiptu Agus Depiandi Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Cermin Polsek Tanjungpinang Barat ini bukanlah suatu pekerjaan yang sia-sia dan tidak membuahkan hasil. Selain lebih mendekatkan dan mengakrabkan diri dengan masyarakat, memantau dan memonitor situasi keamanan di lingkungan, di sisi lain ternyata di sela-sela pelaksanaan tugas rutin tersebut ada tugas mulia yang mendatangkan pahala besar dan pertolongan terhadap orang lain.

Hal ini dibuktikan ketika Agus Depiandi sedang melaksanakan tugas kesehariannya berkeliling kampung sambil memantau situasi kamtibmas. Tanpa sengaja dirinya bertemu dengan warga yang membutuhkan pertolongan yang mana anak Balita warga tersebut mendadak terserang Step dan harus segera mendapat pertolongan.

Tanpa pikir panjang, Agus Depiandi bersama warga yang ada di tempat kejadian langsung membawa Balita tersebut ke Rumah Sakit terdekat dengan menggunakan kendaraan Dinas Bhabinkamtibmas yang sedang dikendarainya.

Setiba di Rumah Sakit, Balita segera mendapat perawatan medis dan nyawanya dapat terselamatkan. Agus Depiandi merasa senang karena di waktu krisis dan bertepatan dengan kehadirannya, dirinya bisa menolong Balita tersebut. Orang tua Balita tersebut pun sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga karena berkat respon cepat dan kehadiran Agus Depiandi, nyawa anak Balitanya dapat terselamatkan.

Polres Tanjungpinang melimpahkan berkas penyidikan kasus sabu Ke Kejari

Polres Tanjungpinang melimpahkan berkas penyidikan kasus sabu 5,6 kilogram dan 1900 butir ekstasi ke Kejari Tanjungpinang.‎ Tahap dua dilakukan dengan menyerahkan dua tersangka Amirudin alias Amir dan Hardiandra alias Andra.

Penyerahan itu dilakukan dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan umum kepada tersangka sebelum dijebloskan ke rutan Tanjungpinang. Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang membenarkan penyerahan berkas tahap dua.

“Tadi kita sudah kirimkan anggota untuk menyelesaikan berkas tahap dua di Kejari Tanjungpinang. Berkas penyidikan sudah dinyatakan lengkap oleh Kejari,” kata Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang AKP Muhammad Djaiz dikonfirmasi Selasa (20/2/2018).

Identitas dua tersangka merupakan Lahiran Malaysia pada 1 Juli 1993. Saat ini pria tersebut beralamat di Sialang timur Jalan Muhammad Ali Desa Berakit kabupaten Bintan. Sedangkan identitas Hardiandra merupakan pria Lahiran Dabo Lingga 19 Juni 1986. Ia saat ini beralamat tinggal di jalan Hang Jebat kelurahan Sungai Lumpur Kabupaten Lingga.

Sebelumnya kasus ini merupakan hasil pengungkapan barang bukti sabu 5 kilogram yang diamankan di pelantar Tanjungpinang kota. ‎Tersangka membawa barang dari Malaysia dan turun ke Tanjungpinang dengan menggunakan kapal Pompong.

Kasus besar lainya yang ditangani Polres Tanjungpinang, sedangkan untuk tersangka berinisial MR. AR RHA. PS. RN‎ yang merupakan kasus peredaran sabu 17 ribu butir ekstasi di Tanjungpinang belum P21.

“Kalau yang ekstasi tangkapan kita di Hotel dan bandara belum tahap dua,” katanya.

Sebelumnya Polres mengamankan ‎barang bukti 5 kilogram sabu dan 17 ribu butir ekstasi. Tangkapan tersebut merupakan yang terbesar yang diamankan Polres Tanjungpinang selama beberapa tahun sebelumnya.(*)

Polisi Baik : Warga Tanjungpinang Dapat Pengawalan Jenazah Oleh Polisi Setempat Tanpa Dipungut Biaya

Tanjungpinang – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kanit Sabhra AIPTU M S HADI LUBIS bersama BRIPKA REKA SUMITRA dan BHABINKAMTIBMAS Melayu Kota Pirig BRIPKA E M SITOMPUL dan 8 orang siswa Latihan Kerja (LATJA) melakukan pengawalan jenazah  atas nama Alm. Edi orangtua dari ibu Andini yang meninggal pada hari Minggu tanggal 18 Februari 2018 sekitar pukul 19.00 wib.

Yang dimana rumah duka di Jalan  R.E Martadinata Rt 005 Rw 003 yang dikebumikan di TPU Anggrek Merah pada hari Senin tanggal 19 Februari 2018 pukul 11.00 wib.

Ini merupakan bentuk loyalitas anggota Polri dalam melayani masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota polri dengan keikhlasan tanpa memungut biaya apapun.

Dapat lihat bahwa beberapa siswa LATJA dari SPN POLDA KEPRI ikut serta mengangkat jenazah ke pemakaman di TPU Anggrek Merah dan hal ini mendapat apresiasi dari warga yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Kegiatan dilakukan untuk menanamkan empati dan simpati kepada masyarakat guna untuk membangun kepercayaaan masyarakat ke Polri terkhusus diwilayah Tanjungpinang.

Program pengawalan jenazah tersebut merupakan salah satu program pelayanan yang dijalan di wilayah Polres Tanjungpinang dan seluruh Polsek di Tanjungpinang yang diberikan kepada masyarakat. Dan masyarakat dapat langsung dapat meminta pengawalan jenazah tersebut melalui bhabinkamtibmas ataupun langsung ke mako polsek terdekat.

Polres Tanjungpinang Tingkatkan Pelayanan Dengan Membuka Pos SKCK Keliling di Penyengat

Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH beserta keluarga dan rombongan pejabat utama Polda Kepri melakukan ziarah makam di Pulau Penyengat, Selasa (02/01).

Sembari melaksanakan ziarah makam dan shalat dzuhur di Mesjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat, tak luput pandangan Kapolda Kepri ke Kios SKCK Keliling Polres Tanjungpinang yang berlokasi tepat di depan Mesjid Raya Sultan Riau.

Kunjungan Kapolda Kepri ke Kios SKCK Keliling didampingi oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH, S.IK, MH serta Operator SKCK Keliling Brigadir Danang Trisulo.

Baca : Kapolda Kepri Kunjungi SKCK Keliling Polres Tanjungpinang di Pulau Penyengat

“SKCK Keliling Polres Tanjungpinang di Pulau Penyengat sudah berjalan 1 bulan dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat Pulau Penyengat membuat SKCK dan tidak perlu jauh-jauh datang ke Polres Tanjungpinang maupun polsek”, terang Ardiyanto dihadapan Kapolda Kepri.

“Untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah pusat yang akan membuka lowongan pekerjaan tes CPNS tahun 2018 yang mana salah satu persyaratannya memerlukan SKCK sehingga akan timbul lonjakan, maka kami (Polres Tanjungpinang) memberikan pelayanan prima dalam bentuk SKCK Keliling di Pulau Penyengat”, tambah Danang selaku Operator SKCK Keliling.

Kapolda Kepri juga menegaskan agar kita terus tingkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, jangan pernah lelah dan bosan dalam melayani masyarakat.

Polres Tanjungpinang Mulai Galakan SKCK Keliling Untuk Permudah Masyarakat

Tak henti-hentinya, Polres Tanjungpinang kembali membuka bentuk pelayanan prima terhadap masyarakat dalam hal ini SKCK Keliling Polres Tanjungpinang di wilayah Kelurahan Dompak, tepatnya di Kios milik Ketua RW.03 Bapak Udin pada hari Kamis (21/12).

“Kami kembali membuka pelayanan SKCK Keliling yang dilaksanakan oleh Sat Intelkam di wilayah Dompak, hal tersebut sengaja dilakukan agar masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke Polres maupun Polsek Bukit Bestari”, ungkap Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH, S.IK, MH.

“SKCK Keliling yang berlokasi di wilayah Dompak merupakan lokasi kedua yang mana sebelumnya sudah dilaksanakan perdana di Pulau Penyengat”, tambah Ardiyanto.
Pelaksanaan SKCK Keliling tersebut sudah direncanakan dan disosialisasikan beberapa bulan yang lalu melalui Bhabinkamtibmas serta para personil Polres Tanjungpinang.

Ditempat terpisah, Kasat Intelkam Polres Tanjungpinang AKP Monang P. Silalahi menjelaskan bahwa SKCK Keliling yang digagas oleh Sat Intelkam saat ini sudah membuka 2 lokasi yaitu Pulau Penyengat dan Dompak. Nantinya akan dibuka di seputaran Km.15 karena merupakan daerah perbatasan antara Tanjungpinang dan Bintan serta di Rumah Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tanjungpinang.

“Untuk SKCK Keliling di Dompak akan beroperasi pada hari Senin dan Rabu sedangkan di Pulau Penyengat pada hari Selasa dan Kamis jam 10.00 s/d 12.00 WIB”, tambah Monang.
Ketua RW 003 Bapak Udin dan Ketua RT setempat Bapak Malik sangat berapresiasi terhadap Polres Tanjungpinang yang mana dengan adanya SKCK Keliling tersebut, warga Dompak sangat terbantu terutama bagi warganya yang membutuhkan untuk keperluan melamar pekerjaan.
Terkait biaya pembuatan SKCK sebesar Rp. 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Lingkungan Polri.
Adapun persyaratan SKCK diantaranya foto copy KTP, foto copy KK, foto copy Akte Kelahiran atau Ijazah, foto berwarna berlatar belakang warna merah dengan ukuran 4 x 6 dan 3 x 4 masing-masing 4 lembar, sidik jari serta pengisian Kartu Tik. SKCK Polres Tanjungpinang dapat diakses secara online melalui web polrestanjungpinang.skck.online.

Tertangkapnya Enam Orang Tersangka Judi Oleh Anggota Reserse Polres Tanjungpinang Berkat Bantuan Dari Masyarakat

Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang menciduk enam tersangka judi sijie dari dua lokasi yang berbeda di Tanjungpinang.

Keenam tersangka ditangkap saat melakukan penjualan judi Sijie dan kepada petugas mereka tidak bisa mengelak lagi, masing-masing berinisial SS, JKS, dan TA ditangkap di lokasi Jalan Aisyah Sulaiman, Kampung Serai, Km 8, dan tersangka Ss, NA, dan BY ditangkap di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Km 8, Tanjungpinang.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiroseno SH, S.IK dengan didampingi KBO Reskrim Iptu Edi Endrianis , S. Sos mengatakan, penangkapan keenam tersangka berdasarkan LP-A/147/XII/2017/KEPRI/RES TPI, tanggal 6 Desember 2017 oleh pelapor Yommi Andi Putra, kedua berdasarkan LP-A/148/XII/2017/KEPRI/2017/RES TPI tanggal 6 Desember 2017 dilaporkan Sulit De Komar.

Kita mendapat informasi para tersangka sedang merekap judi sijie, mereka (tersangka) penjual dan pembeli sijie,” pada saat ditangkap oleh petugas kita tidak bisa berkelit lagi karena sedang bertransaksi, ujar Dwihatmoko saat konferensi pers di Lobi Polres Tanjungpinang, Kamis (21/12) sore.
Dwihatmoko menambahkan, perbuatan para tersangka sudah berlangsung sudah lama dan meresahkan masyarakat setempat, namun baru bisa diungkap oleh petugas, kata Dwi.
“Secara tegas saya katakan tidak ada yang membekingi, apalagi oleh aparat,” ujar Dwi di depan beberapa awak media lokal maupun nasional”.
Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa enam unit handphone berbagai merek, beberapa lembar kertas rekap sijie, dan uang tunai Rp 419.000 ribu. Saat ini, para tersangka telah berada di sel tahanan Polres Tanjungpinang guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah kita kirimkan ke kejaksaan,. Masih kita dalami dulu kasusnya,” kata dia.

Akibat perbuatan para tersangka SS, JKS, Ss, dan NA dikenakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 10 penjara, sedangkan TA dan BY dikenakan Pasal 303 KUHP dan 303 bis KUHP hukuman 10 tahun atau empat tahun penjara. “Terancam maksimal 10 tahun dan 4 tahun penjara,” kata dia.
Dwi juga mengimbau kepada masyarakat Tanjungpinang bagi yang mengetahui adanya perjudian agar melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak.
“Kita akan tindak tegas kalau ada laporan masyarakat adanya perjudian,” tutup Dwi.