Home / Cyber Crime / Kejahatan Cyber Crime Naik 300%

Kejahatan Cyber Crime Naik 300%

 

 

 

 

 

SURABAYA – Kasus cyber crime atau kejahatan dunia maya di Jawa Timur meningkat tajam selama tahun 2015, meski kejahatan konvensional curat, curanmor, dan curas (3T) tetap tinggi.

“Tahun 2014, cyber crime hanya 98 kasus, tapi tahun 2015 meningkat tajam menjadi 305 kasus atau naik 300%,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono di Mapolda Jatim, kemarin. Mengutip data Analisa-Evaluasi Kamtibmas Akhir Tahun 2015 Polda Jatim yang dipimpin Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, Selasa (29/12), dia menjelaskan pidana di lingkungan Direktorat Reserse Kriminalitas Khusus selama 2015 meningkat 42,44% dibandingkan tahun 2014.

“Tahun 2014 tingkat kriminalitas khusus mencapai 400 kasus, tapi tahun 2015 menjadi 699 kasus. Selain cyber crime, kriminalitas khusus yang juga tinggi adalah uang palsu, kejahatan perbankan, HAKI, TPPU, lingkungan, dan korupsi,” ujarnya. Menurut dia, dari 305 kasus cyber crime pada tahun 2015 hanya 54 kasus yang bisa diselesaikan. “Banyaknya jumlah itu karena beberapa kasus merupakan kasus lama, tapi kapolda menyebut cyber crime memang merupakan tindak kejahatan canggih,” ucapnya.

Khusus kasus korupsi, Polda Jatim dan jajaran mendapat laporan dari masyarakat dengan 169 kasus selama kurun 2015, tapi hanya 84 kasus yang ditingkatkan ke tahap penyidikan. Semantara tahun lalu hanya 43 kasus. “Tahun depan Kapolda Jatim tidak pasang target, tapi minimal target yang dipatok Mabes Polri harus tercapai dan maksimal menuntaskan semua kasus korupsi.

Siapa pun yang terlibat, karena koruptor lebih berbahaya daripada teroris. Kasus korupsi yang menonjol adalah kasus Bawaslu Jatim dan bansos,” ungkapnya. Lain halnya dengan tindak pidana di Direktorat Reserse Kriminalitas Umum selama 2015 secara umum menurun dari 27.954 kasus menjadi 24.448 kasus pada tahun 2014.

“Meski menurun, ada beberapa kasus kriminalitas umum yang meningkat di antaranya curas (pencurian dengan kekerasan) dari 943 kasus (2014) menjadi 1.323 kasus (2015),” katanya. Selain itu, tindak pidana kriminalitas umum yang tinggi dengan ribuan kejadian adalah judi dari 4.474 kasus (2014) menjadi 3.401 kasus (2015) dan kasus penipuan dari 4.017 kasus (2014) menjadi 3.636 kasus (2015).

Berikutnya curat (pencurian dengan pemberatan) dari 3.840 kasus (2014) menjadi 3.380 kasus (2015), curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dari 3.745 kasus (2014) menjadi 2.923 kasus (2015), dan pencurian biasa dari 1.927 kasus (2014) menjadi 1.580 kasus (2015).

“Untuk kasus narkoba juga meningkat 27,98 persen dari 2.577 kasus dengan 3.232 tersangka pada 2014 menjadi 3.298 kasus dengan 4.046 tersangka pada 2015, tapi hanya 18 tersangka yang merupakan bandar,” katanya. Sementara kasus narkoba di wilayah Polrestabes Surabaya 2015 mengalami peningkatan kasus besar dibandingkan tahun 2014. Hal ini terungkap dalam anev akhir tahun yang dilakukan Polrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Yan Fitri Halimasyah menjelaskan, sepanjang 2015 pengungkapan kasus narkoba mencapai 620 kasus, sedangkan tahun 2014 jumlah ungkap 596 kasus. “Secara umum kasus- kasus kejahatan mengalami penurunan, namun untuk kasus narkoba meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah.

Sementara kejahatan lainnya, seperti curas mengalami penurunan dari 268 laporan pada 2014 menjadi 211 laporan kasus pada 2015. Kemudian curat juga turun dari 528 laporan pada 2014, tapi tahun 2015 ada 419 laporan. Demikian juga curanmor pada 2014 tercatat ada 326 laporan kasus dan pada 2015 turun menjadi 281 laporan kasus.

Penurunan jumlah kasus yang paling banyak terjadi pada kasus perjudian. Karena pada 2014 tercatat ada 519 laporan kasus, maka pada 2015 ada 285 kasus.

About admin91

Check Also

Polda Jatim Gerebek Judi Online Beromset Milyaran Rupiah

Tribratanewsjatim.com: Anggota Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Jatim gerebek perjudian online di Sidoarjo, Jawa Timur. Empat …