Home / Warta Utama / Kapolda Jatim : Jendral Yang Sukses Menjemput Nazaruddin

Kapolda Jatim : Jendral Yang Sukses Menjemput Nazaruddin

Ketika pemerintah akan menyiapkan pengganti Kapolri Jenderal Sutarman, salah satu nama yang sempat disebut-sebut masuk dalam bursa Calon Kapolri adalah Irjen Pol DR. Drs. H. Anas Yusuf, Dipl.krim, SH, MH, MM. Maklumlah, kariernya sebagai anggota Polri cukup cemerlang.

Apalagi, sejak 3 September 2014, pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah, pada 11 September 1960 itu, menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Pol Unggung Cahyono yang bertugas sebagai Kapolda Jakarta. Irjen Anas Yusuf adalah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1984 yang berpengalaman dalam bidang reserse.

Ia menjadi ketua tim penjemput Muhammad Nazaruddin (yang saat itu menjadi buron dalam kasus suap Korupsi Wisma Atlet Hambalang) ke Kolombia. Karena kariernya yang malang melintang di dunia Interpol inilah yang membuat Polri mempercayainya sebagai ketua tim penjemput.

Keberhasilan memulangkan Nazaruddin ke Indonesia membuat kariernya melesat. Ia kemudian menempati posisi Staf Ahli Bidang Sosial dan Politik Kapolri. Tidak lama sebagai Sahlisospol, Anas pun dipromosikan sebagai Kapolda Kalimantan Timur mulai 2 Juli 2012 hingga 12 Juni 2013 dilanjutkan menjabat sebagai Wakabareskrim Polri dari 12 Juni 2013 hingga 3 September 2014.

Komisi Kepolisian Nasional juga pernah menyebut namanya sebagai calon Kapolri potensial. Dia bersama 8 jenderal lainnya diharuskan untuk melaporkan harta kekayaan (LHKPN) kepada KPK. Persoalan berat yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan adalah masalah Islamic State of Iraq and Syaria (ISIS).

Menurut Kapolda Jatim, sedikitnya 18 warga Jatim dalam satu tahun terakhir bergabung dengan kelompok radikal ISIS. “Sekitar setahun ini, sudah ada 18 warga dari berbagai daerah di Jawa Timur yang direkrut dan dikirim ke Syiria (Suriah) oleh kelompok ISIS,” kata Irjen Anas Yusuf di Surabaya, seperti dilansir Joss.Today hari ini.

Tiga orang di antaranya yang diduga bergabung dengan ISIS adalah warga Kota Malang, Jawa Timur. Mereka adalah Abdul Hakim Munabari, Helmi Alamudin, dan Ahmad Junaedi. Ketiganya sudah ditangkap polisi beberapa hari lalu. Selain itu, seorang warga Tulungagung berinisial RS diduga kuat terlibat kelompok ISIS.

Dalam penilaian Irjen Anas Yusuf, RS bukan anggota ISIS biasa. Setelah setahun di Suriah, RS juga pernah bergabung dengan militer ISIS. Setelah RS ditangkap, akhir Maret 2015, Kapolda Anas mengaku penyidik terus mendalami dan mendata warga yang diduga telah direkrut ISIS. Namun warga yang diduga anggota ISIS itu diperkirakan masih berada di Suriah.

“Semoga bisa diungkap dengan cepat dalam waktu dekat ini. Semoga semua bisa terdeteksi keberadaan jaringan ISIS ini,” kata Irjan Anas Yusuf. Apalagi, sebelumnya, Kedubes Amerika Serikat (AS) mengabarkan akan adanya ancaman di hotel dan bank yang ada keterkaitan dengan AS.

Menanggapi hal itu, Irjen Anas Yusuf langsung melakukan langkah antisipasi terkait adanya security warning tersebut. Meski hingga saat ini pihaknya belum menerima official letter (surat resmi) terkait ancaman terorisme dari Kedubes Amerika Serikat di Indonesia, Irjen Anas Yusuf sudah menempatkan personel khusus di sejumlahg objek vital yang biasa dikunjungi warga Amerika Serikat di Surabaya dan Jatim.

“Saya sudah mengantisipasi. Personel berkemampuan khusus sudah ditempatkan di sejumlah tempat rawan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan seperti yang dimaksud dalam security warning,” ujarnya, seperti dilansir Joss.Today hari ini. Karena itu, Polda Jatim belum akan memberlakukan status siaga satu untuk keamanan di Jatim maupun Surabaya.

“Seperti yang saya katakan tadi, saya belum menerima official letter. Saya gak tahu persoalannya,” tegas Kapolda Jatim. “Kedutaan Besar Amerika Serikat menyadari adanya potensi ancaman terorisme terhadap hotel-hotel dan bank-bank AS di Surabaya, Indonesia,” demikian bunyi tulisan Kedubes Amerika di website resminya.

Dalam pernyataannya itu, Kedubes AS merekomendasikan peningkatan kewaspadaan dan kehati-hatian saat mengunjungi fasilitas-fasilitas yang ada. Bahkan, semua warga negara AS yang ada di Surabaya maupun di luar Surabaya diminta untuk melakukan penyetelan terhadap telepon genggamnya. Tujuannya, agar mereka mendapatkan peringatan dini soal ancaman keamanan yang disediakan Kedubes AS.

Tugas yang diemban di pundak Irjen Anas Yusuf memang tidak ringan. Apalagi, wilayah Jatim itu menjadi barometer keamanan nasional. Makanya, hampir setiap pejabat di lingkungan Polri yang menjadi pucuk pimpinan Polri selalu berawal dari Polda Jatim atau yang pernah bertugas di jajaran Polda Jatim.

Sebut saja, Jenderal Rusmanhadi, Jenderal Sutanto, Jenderal Da’i Bachtiar, Jenderal Timoer Pradopo, Jenderal Sutarman, dan Jenderal Badrodin Haiti yang kini Kapolri. Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi seorang pimpinan Polri, harus digodhok dulu di lingkungan Polda Jatim. Karena, wilayah ini menjadi kawah candradimukanya calon pimpinan Polri.

Dan kini, Irjen Anas Yusuf telah memasuki wilayan kawah candradimuka. Akankah Irjen Anas Yusuf bakal mengikuti jejak pendahulunya hingga puncak pimpinan Polri? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Sosok sederhana ini selama menjabat pimpinan Polri sebelumnya memang lebih banyak di wilayah Polda Jateng.

Dalam awal karirnya, Anas Yusuf pernah menjabat sebagai Kapolres Kendal dan Kapolres Pekalongan Jawa Tengah. Kemudian di Polwiltabes Sumarang dan Polwil Pekalongan. Karomisinter Div Hubinter Polri Dir Tipiter Bareskrim Mabes Polri (2011), kemudian menjadi Sahlisospol Kapolri (2012), Kapolda Kalimantan Timur (2012), Wakabareskrim Polri (2013), dan Kapolda Jatim (2014).

Belum lama ini, jajaran Polda Jatim melakukan Penegakan Disiplin Internal. Dimulai dari jajaran lalu-lintas. Sejumlah polisi lalu lintas kini lebih sering terlihat di jalan jalan raya, baik Polki maupun Polwan, untuk membantu mengatur lalu lintas. Hal itu karena Polda Jatim dan jajaran melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Simpatik Semeru 2015”.

Operasi yang dilaksanakan selama 21 hari, sejak 1 sampai 21 April 2015 ini, dengan tema “Polantas sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik guna mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat”.

Maksud dari tema tersebut, ungkap Irjen Anas Yusuf, adalah dengan menegakkan kedisiplinan berkendara kepada masyarakat semu pengguna jalan, tak terkecuali dari unsur internal kepolisian sendiri.

“Ujungnya adalah pelayanan publik. Tentunya fokusnya adalah kepada internal dulu. Misalnya anggota kalau naik motor, tentunya harus motor yang bener, pokoknya peralatan yang sudah distandartkan ya harus ada,” katanya, seperti dilansir Joss.Today hari ini.

Kapolda menambahkan, diantara bentuk disiplin tersebut adalah kelengkapan berkendara, baik kendaraan maupun surat surat kendaraan. Kepolisian menurutnya harus menjadi contoh bagi masyarakat, sebelum melakukan tindakan.

“Tentunya sikap berlalu lintas dijalan. Artinya kalau ini anggota, tentunya memberikan contoh yang terbaik. Setelah itu, baru kepada masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, jumalah personil yang dilibatkan sebanyak 3.029 orang, masing masing terdiri dari Polda Jatim sebanyak 245 personil, sedangkan jajaran Polda Jatim sebanyak 2 ribu 750 personil. (mth)

Berikut Biodata Irjen Anas Yusuf

Tempat dan tanggal lahir: Brebes, 11 September 1960
Pendidikan: Alumni Akpol 1984, SMAN 1 Brebes
Agama: Islam
Riwayat Jabatan:
1. Kapolres Kendal Polwiltabes Semarang Polda Jateng
2. Kapolres Pekalongan Polwil Pekalongan Polda Jateng
3. Karomisinter Div Hubinter Polri
4. Dir Tipiter Bareskrim Mabes Polri (2011)
5. Sahlisospol Kapolri (2012)
6. Kapolda Kaltim (2012)
7. Wakabareskrim Polri (2013)
8. Kapolda Jatim (1 Septembes 2014)

About admin91

Check Also

Tim SAR Subden 2/B Pelopor Porong Lakukan Pencarian Orang Tenggelam

TribratanewsJatim.com: Satu regu Subden 2 Pelopor Porong dibawa, Iptu Daryono SH an di lokasi pencarian …

3 comments

  1. Saved as a favorite, I really like your blog!

  2. hello there and thank you for your information –
    I have certainly picked up anything new from right here.

    I did however expertise several technical points using this website, since I experienced to reload the web site many
    times previous to I could get it to load properly.
    I had been wondering if your web host is OK? Not that I am complaining, but sluggish loading
    instances times will often affect your placement
    in google and can damage your high-quality
    score if ads and marketing with Adwords. Well I am adding this RSS to my email and could
    look out for a lot more of your respective fascinating content.
    Make sure you update this again very soon.

  3. Pretty portion of content. I just stumbled upon your web site and in accession capital to say that I
    acquire in fact loved account your weblog posts. Anyway I’ll be
    subscribing on your feeds or even I fulfillment you access persistently quickly.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *