Home / Headline News / Razia Gabungan Tutup 3 Lokasi Tambang Galian Liar

Razia Gabungan Tutup 3 Lokasi Tambang Galian Liar

30 razia galian bwiTribratanewsJatim.com: Aparat rayon 1 dan 2 kembali menggiatkan razia tambang galian C, Jumat (29/1/2016) siang, dua jajaran rayon ini menutup 4 lokasi galian yang tak mengantongi ijin resmi.

Operasi gabungan yang melibatkan 40 personil polisi, TNI, Satpol PP dan BPPT ini setidaknya menutup 3 lokasi yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kalipuro. Tiga titik lokasi itu salah satunya galian C milik Sutrisno di Dusun Krajan, Desa Kelir. Selain itu petugas yang dikendalikan Kasat Polair AKP Basori Alwi juga memasang police line di PT. GMM Hotmik yang ijinnya habis sejak 2014 lalu.

Masih di lokasi yang sama, aparat juga menutup galian C milik Sofiyah, pengusaha tambang mineral yang tinggal di Jalan DI Penjaitan No. 07 Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Lokasi terakhir yang dipasang garis polisi adalah galian C di Lingkungan Klatakan, Kelurahan Klatak milik Eko Wijono warga Dusun Krajan, Desa Sumber Kencono, Kecamatan Wongsorejo.

“Pemilik galian kita lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. Ini prosedur yang diperintahkan pimpinan,” tegas AKP Basori Alwi selaku pengendali lapangan rayon 1 yang meliputi Polsek Wongsorejo, Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi dan Kalipuro.

Sehari sebelumnya, tim gabungan rayon 1 telah menutup satu lokasi galian di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Total sampai Jumat ini sudah 4 galian yang resmi ditutup.

“Kita tidak lihat siapa pemiliknya dan siapa bakingnya. Pokok tidak berijin ditertibkan. Penindakan yang kita jalankan sudah sesuai prosedur dan kesepakatan yang diteken di Gedung Kartini akhir 2015 silam,” ujar perwira pertama asal Sukowidi ini.

Di wilayah Licin, aparat gabungan yang bergerak di rayon 2 menutup tambang di Dusun Kampunganyar, Desa Gumuk. Di sini aparat juga memasang garis polisi agar   galian ini tidak beroperasi lagi.

Hasil ini kian menambah panjang rentetan tambang galian C liar yang bermasalah dengan hukum. Para pemilik tambang ini harus siap-siap menjalani proses hukum apabila terbukti melanggar. Ancamannya bisa undang-undang minerba dan lingkungan hidup. (bwi/mbah heru)

 

About admin91

Check Also

Kisah Heroik Dibalik Kerja Cepat Satpolair Banyuwangi Mengevakuasi Korban KMP Rafelia 2

Kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia 2 di perairan Banyuwangi Beach membuat  …