Home / Headline News / Tim Gabungan Selamatkan Hutan dari Kebakaran

Tim Gabungan Selamatkan Hutan dari Kebakaran

 

13kebakaran hutanTribratanewsjatim.com, Banyuwangi-Hutan produksi di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Silir Baru, masuk wilayah Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sukomade, di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi selatan terbakar. Si jago merah melahap semak-semak di tepi jalan yang menghubungkan antara Desa Sumberagung – Desa Sarongan sekitar pukul 11.54 WIB, Kamis (5/11/2015).

Kebakaran itu memang sempat mengejutkan aparat Perhutani. Berkat koordinasi yang baik dengan lembaga masyakarat desa hutan (LMDH) dan aparat Polsek Pesanggaran, api yang menjalar di semak-semak akhirnya berhasil dipadamkan.

Penjelasan Kapolsek Pesanggaran AKP Sudarsono, titik api menjalar dari atas menuju lereng bagian bawah. Dugaan sementara sumber api muncul akibat cuaca ekstrim yang mendera wilayah Pesanggaran.

“Umpama api muncul dari bawah bisa jadi akibat puntung rokok yang dibuang pengendara kendaraan. Tapi api yang kita padamkan merambat dari atas. Sejauh ini kita belum menemukan indikasi hutan sengaja dibakar,” jelasnya pasca pemadaman.

Lalapan si jago merah ini menghanguskan 2 hektar hutan produksi milik Perhutani. Upaya pemadaman yang dilakukan sejak dini berhasil mencegah kobaran api cepat meluas.

“Upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan hanya menggunakan ranting basah. Sumber air juga tidak ada sehingga butuh waktu untuk lekas memadamkan api. Makanya api sampai menjalar dan menghanguskan dua hektar lahan,” terang mantan Kapolsek Kalipuro.

Kejadian serupa juga menimpa Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), sehari sebelumnya. Kobaran api juga menghanguskan hutan  di Blok Mayangkoro, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, masuk Resort Pancur.

Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Api terdeteksi berada di koordinat X0212179 Y9041089. Seperti di Pesanggaran, aparat gabungan TNAP, TNI, dan Polsek Tegal Dlimo turun ke lokasi untuk memadamkan api. Alat yang digunakan penggaruk serta gepyok atau gebas.

“Api berhasil dipadamkan. Luas hutan yang terbakar sekitar 1 hektar. Kerugian materiil Rp 250 ribu tapi kerugian konservasinya tidak ternilai,” terang Kapolsek Tegal Dlimo AKP Heri Purnomo.

Penyebab kebakaran, lanjut AKP Heri, diduga akibat kelaian manusia. Pencari madu dituding sebagai biang karena kerap menggunakan tehnik pengasapan saat memanen madu dari sarang lebah hutan. HUMAS POLRES

About admin91

Check Also

PSHT RANTING KAPAS ADAKAN GEBYAR SHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHSIN AL HAMID

BOJONEGORO- Ribuan warga desa Sambiroto kecamatan kapas memadati lapangan desa sambiroto sabtu 22/07/2017 malam, dalam …